Postingan

Kereta tak berkuda tapi bukan becak

Setahun lebih kini aku menjalani kembali rutinitas sebagai wanita pekerja. Cenderung tak ada yang berubah karena aku masih bekerja ditempat yang sama, bedanya kini aku harus meninggalkan kesayangan kecilku disaat-saat jam kerja yakni sejak matahari belum terbit sampai tenggelam di senja nanti, itu yang terkadang membuatku merasa bersalah. Terlebih beberapa waktu kebelakang ada yang menilai bahwa dengan berkarirnya aku merupakan keegoisanku semata, mengorbankan anak dan membebani orang tua dalam mengasuh si kecilku. Aku iyakan saja deh, nerimo dan senyumin saja. Tak pantas juga kan aku cari TOA mesjid dan koar-koar mengkalirifikasi macam selebritis yang lagi populer? Ah yasutralah... Back to my judul about kereta tak berkuda, jadi setiap harinya aku pulang kerja pakai KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line. Pagi dan Sore hari berjubel mengantri di peron stasiun, pada saat-saat itu kursi KRL seolah harta karun berharga yang patut diperebutkan. Karena saking berharganya banyak kejadi...

Surat cinta yang ke-2

Gambar
Dear Najmi my lovely Sam… Aku sangat bersyukur karena Allah telah mengizinkanmu terlahir dari rahimku. Banyak hal tak terduga yang kudapatkan dari dirimu. Kamu bocah kecil 3 tahun yang semestinya masih sangat lugu namun aku merasakan sesuatu yang berbeda   darimu. Cerdas mu, periang mu, sifat empati mu, solidaritas mu, peka mu, kesolehan mu adalah hal yang membuat aku takjub tak percaya saat aku mendapatkan semua itu dari sosok mungil sepertimu. Saat kau tak berada dalam jangkauan mata, seringnya aku merasakan rindu tak berujung, meski pada akhirnya senja atau malam mengizinkan aku untuk merengkuhmu kembali. Namun saat aroma khasmu berhambur dipelukku perasaan bersalah selalu muncul dan aku sangat sadar aku tak akan bisa menebusnya. Sedang kau tak sadar akan kesalahanku bahkan riang tawamu juga manja hangatmu selalu setia menyambut. Sejatinya apa yang ada padamu menjadi obat mujarab pengusir penatku. Berumurlah yang panjang sayangku, tetapkan kesolehanmu hingga a...

Working mom vs full time mom….

Gambar
Bagiku itu bukan suatu hal yang harus diperdebatkan. Semua tergantung kondisi. Aku pernah menjadi working mom yg bawa-bawa anak ke tempat kerja, aku juga pernah memutuskan berhenti agar menjadi full time mom saja supaya bisa fokus merawat anak dan rumah tangga. Dan akhirnya pada saat ini aku kembali menjadi working mom tanpa membawa anak. Semua itu bukan keputusan yng mudah. Namun aku bersyukur, setidaknya aku pernah merasakan semua posisi yang mereka perdebatkan. Rata-rata merasa dirinya benar. Yang working mom mengklaim diri bahwa mereka membantu perekenomian keluarga, yang full time mom ngotot mereka yang paling mulia mendidik dan mengurus keluarga. Dua-duanya benar, hanya pandai-pandailah melihat sisi yang tidak terlihat oleh mata kita. Tak mesti kita menjudge satu sama lain lebih buruk atau lebih baik. Kita tidak tahu alasan dari masing-masing individu memutuskan untuk menjadi working mom atau full time mom. There’s always a reason   dan kita tidak perlu tahu alasa...

Tentang Suatu Pilihan...

Kata orang hidup adalah pilihan… Sepertinya memang demikian adanya, aku salah satu orang yang berpendapat sama. Kisah hidup memang sudah ditakdirkan Allah dalam Lauh Mahfudz namun likunya terkadang kita sendiri yang merubahnya. Sementara resiko selalu muncul mengikuti setiap pilihan dalam hidup, tidak bisa tidak!!! Resiko selalu muncul dibelakangnya. Jadi berhati-hatilah dalam memilih. Beberapa saat kebelakang ada yang bertanya kepadaku. Seorang yang tahu tentang keadaan ekonomiku yang seadanya (namun belum cukup tahu dan sepertinya tak akan kuberitahu bagaimana sebenar-benarnya, hidup tak bisa dan tak melulu diukur dengan materi bung..!!).  Dia bertanya “Teh.. (panggilan kepadaku karena kebetulan aku terlahir dari ras Jawa Barat) suka mikir nggak kalo ngga punya uang, gak seperti orang2 yang kemana-mana naik turun mobil. Suka kepikiran nyesel nggak dengan pernikahan teteh?” (Njlebbbb…. Tahan nafas dulu biar gak panik ngadepin pertanyaan seperti ini haha). I know wha...

Twenti Nain May Ejj yaaaww..

Gambar
Setiap hari usiaku semakin menua. Cuma hari ini pas peringatan hari lahir. Sebetulnya aku terlahir pada tanggal 03 tapi entah kenapa di akta kelahiran tercantum tanggal 05. Kata orang tua ku itu hari kepulangan aku dari klinik bidan persalinan ke rumah, mungkin bidan lupa nulis tapi kenapa orang tua ku ngga ngebenerin ya? Ah yasudah lah ga penting hikmahnya hari kelahiranku jadi 2, trus tinggal pilih sesuai mood pengen diperingati di tanggal yang mana :p Ternyata hari jadi ku kali ini diselimuti banyak kabar yang kurang baik. Beberapa musibah terjadi disekitaran keluargaku. Mulai dari kebakaran kantin kakak sulungku, meninggalnya nenek dari suami, orang tua ku yang akhir-akhir ini kehilangan hasil warungnya. Seperti semua datang bertubi-tubi. Mungkin ini ujian atau teguran. Biarlah kami semua menjalaninya, mungkin nalar tak bisa menjangkau jawaban kenapa, mengapa kami. Tapi Tuhan punya rencana terbaik itu sudah pasti. Tinggal kami lebih menggencarkan lagi rasa ikhl...

"AKU KU" dengan Inginku

Gambar
Semestinya banyak yang harus aku sukuri dalam hidup ini. Anak yang lucu, suami yang baik. Kerja yang jauh dari tekanan, kerja di suatu organisasi profesi tak menuntutku untuk bekerja full time, keseringannya hari-hariku di kantor bermain dengan Najmi. Alangkah indahnya dunia… Harusnya… namun nyatanya tidak. Ternyata sifat manusia yang menuntutku berkeinginan yang lain. Entahlah semacam cita-cita, tapi kurasa juga bukan. Aku tak berani mengatakan bahwa itu suatu cita-cita, karena dari dulu saat orang bertanya akan cita-cita, tak ada jawaban pasti dan mantap yang bias aku lontarkan. Yaaaaa cukuplah aku sebut sebagai sebuah keinginan. Semestinya aku bisa tersenyum manis dengan penghasilan setiap bulan tanpa kerjaan yg terlalu berat masih bisa menemani si kecil pula seharian, tapi hati kecilku berkata sepertinya ada yang lain yang aku inginkan. Lalu…? Biar aku sedikit bercerita dan berbangga dengan aku ku dulu (halahh). Dari kecil aku di didik oleh Mamah terbaik, aku tak mas...